Bola

Atletico Madrid dan kebutuhan untuk meraih trofi – Sepak Bola

Investasi besar Atletico Madrid di musim panas sekali lagi telah meningkatkan ekspektasi, tetapi awal buruk klub pada musim 2025-26 telah meningkatkan tekanan pada Diego Simeone.

Pelatih asal Argentina, yang masih menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia sepak bola, menyaksikan kekalahan 2-1 di Espanyol pada pertandingan pembuka La Liga, yang memicu keraguan baru atas kemampuannya untuk membawa Atleti kembali ke puncak.

Setelah musim lalu tanpa trofi, taruhannya tidak pernah setinggi ini bagi skuad dan manajer mereka yang sudah lama mengabdi.

Tahun lalu berakhir dengan kekecewaan di semua lini bagi Atletico. Mereka tersingkir secara dramatis dari Liga Champions melalui adu penalti oleh Real Madrid dan terpuruk di La Liga setelah 14 kemenangan beruntun yang menjanjikan, yang akhirnya menyerahkan gelar juara kepada Barcelona.

Harapan mereka di Copa del Rey juga kandas di tangan Barça, sementara kekalahan memalukan 4-0 dari Paris Saint-Germain di babak penyisihan grup Piala Dunia Antarklub semakin memperparah penderitaan. Simeone menegaskan bahwa kemunduran itu adalah “pengalaman belajar”, tetapi rasa frustrasinya tetap ada.

Klub tersebut merespons dengan belanja besar-besaran musim panas ini, dengan menambahkan pemain seperti Alex Baena, Thiago Almada, Johnny Cardoso, David Hancko, dan Giacomo Raspadori ke dalam skuad yang sudah mahal.

Ini menyusul perekrutan Julian Alvarez tahun lalu senilai €75 juta, yang telah mencetak 30 gol mengesankan sejak tiba dari Manchester City.

Kendati adanya penguatan ini, Atletico tetap terlihat kurang maksimal, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah Simeone bisa mendapatkan penampilan konsisten dari tim barunya.

Kekalahan dari Espanyol hari Minggu lalu menyoroti banyak masalah yang sama yang merusak penampilan musim lalu. Alvarez membuka skor dengan tendangan bebas yang luar biasa dan hampir menggandakan keunggulan, tetapi Atleti terpuruk setelah kebobolan gol penyeimbang. Pergantian pemain yang dilakukan Simeone, termasuk menarik keluar Alvarez, Baena, dan Almada, menuai kritik.

Pelatih membela perubahan yang dilakukannya sebagai upaya untuk mendatangkan “pemain baru” dan menegaskan bahwa “tidak ada yang ingin menang lebih dari saya,” meskipun ia mengakui pertandingan itu telah menjadi pengalaman belajar.

Related Post
Bagikan
Diterbitkan oleh
Id._.DaFaNeWs

Tulisan Terbaru

Bintang Arsenal membantah rumor kepindahan ke Real Madrid

Martin Zubimendi menepis spekulasi yang mengaitkannya dengan kepindahan ke Real Madrid, dan menegaskan bahwa raksasa… Baca Selengkapnya

February 5, 2026

Palladino siap menghadapi ujian berat Juventus

Manajer Atalanta, Raffaele Palladino, bertekad untuk melangkah lebih jauh di Coppa Italia saat mereka bersiap… Baca Selengkapnya

February 5, 2026

Sakitnya Harry Kane Menimbulkan Keraguan atas Pertandingan Penting Bayern Munich Melawan Hoffenheim

Bayern Munich menghadapi potensi kemunduran karena striker bintang mereka, Harry Kane, absen dari latihan tim… Baca Selengkapnya

February 5, 2026

Pemain muda Real Madrid disarankan untuk belajar dari Yamal

Pemain muda Real Madrid, Franco Mastantuono, didesak untuk lebih tangguh dan menunjukkan keberanian yang lebih… Baca Selengkapnya

February 4, 2026

Bayern Munich dilanda gelombang cedera baru menjelang laga krusial melawan Hoffenheim

Dalam perkembangan yang mengkhawatirkan bagi Bayern Munich, bek Josip Stanisic terpaksa meninggalkan sesi latihan Selasa… Baca Selengkapnya

February 4, 2026

Mancini akan mengenakan masker karena hidungnya patah saat Zaragoza memulai petualangan bersama Roma

Bek Roma, Gianluca Mancini, akan mengenakan masker pelindung menjelang pertandingan berikutnya setelah menjalani operasi untuk… Baca Selengkapnya

February 4, 2026