Harry Kane dan Luis Diaz mencetak gol-gol krusial saat Bayern Munich mendominasi RB Leipzig, mengamankan kemenangan 2-0 dan melaju ke semifinal DFB-Pokal untuk pertama kalinya dalam enam tahun.
Pertandingan yang digelar di Allianz Arena yang ikonik ini, memperlihatkan ketahanan dan kehebatan taktik Bayern di bawah asuhan manajer Vincent Kompany.
Babak pertama terbukti mengecewakan bagi tim tuan rumah, dengan kiper RB Leipzig, Maarten Vandevoordt, tampil gemilang melawan berbagai serangan Bayern.
Meskipun menciptakan beberapa peluang, tim asuhan Kompany kesulitan menembus pertahanan Leipzig yang terorganisir. Di awal pertandingan, Leipzig tampak unggul ketika Christoph Baumgartner melepaskan tembakan keras ke gawang.
Namun, tinjauan VAR dengan cepat membatalkan gol tersebut, memutuskan Baumgartner berada dalam posisi offside setelah menerima umpan akurat dari Yan Diomande. Keputusan ini sedikit mengubah momentum pertandingan, tetapi Bayern merespons dengan penuh tekad.
Kane menguji Vandevoordt dengan tembakan tajam, yang digagalkan oleh kombinasi bek Castello Lukeba dan refleks cepat sang kiper.
Beberapa saat kemudian, Diaz melepaskan tembakan yang meleset dari sasaran, dan Kane menyia-nyiakan peluang lain dengan melambung di atas mistar gawang, menyoroti ketegangan di babak pertama.
Kiper Bayern, Manuel Neuer, juga harus beraksi, menggagalkan tendangan keras jarak jauh David Raum untuk menjaga skor tetap imbang.
Saat babak kedua berlangsung, Vandevoordt melanjutkan aksi heroiknya, menepis sundulan berbahaya dari Kane dan melakukan penyelamatan menakjubkan untuk mengarahkan tendangan melengkung Serge Gnabry ke tiang gawang.
Momen-momen ini, baik sebelum maupun sesudah jeda babak pertama, membuat Leipzig tetap dalam persaingan, tetapi perlawanan mereka runtuh di pertengahan babak.
Titik balik terjadi pada menit ke-64 ketika Vandevoordt menjegal Josip Stanisic di dalam kotak penalti, sehingga menghasilkan tendangan penalti.
Kane maju dengan percaya diri, menendang bola masuk ke gawang dari jarak 12 yard untuk memecah kebuntuan dan membangkitkan semangat penonton di Allianz Arena.
Hanya tiga menit kemudian, Bayern menggandakan keunggulan mereka. Michael Olise memberikan umpan terobosan yang indah, mengoper bola dengan tepat kepada Diaz, yang menyelesaikan dengan klinis melalui tendangan yang akurat, membuat Leipzig tak mampu mengejar ketertinggalan.
Di tahap akhir pertandingan, Olise hampir menambah gol ketiga, beralih dari seorang kreator menjadi calon penyerang penentu, tetapi ia menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Meskipun demikian, Bayern mengendalikan sisa pertandingan, memastikan lolos ke babak selanjutnya dengan nyaman.
Kemenangan ini menempatkan mereka hanya satu pertandingan lagi dari final DFB-Pokal yang bergengsi, menghidupkan kembali harapan meraih trofi di musim debut Kompany.
Penampilan tersebut menggarisbawahi kedalaman lini serang Bayern, dengan kehebatan Kane dalam mengeksekusi penalti dan ketenangan Diaz terbukti menjadi penentu.
Bagi Leipzig, kekalahan ini menandai kemunduran lain dalam kompetisi piala domestik, terlepas dari upaya gigih Vandevoordt.
Secara keseluruhan, ini merupakan bukti kemampuan Bayern untuk memanfaatkan momen-momen penting, yang menyiapkan panggung untuk undian semifinal yang menarik.


















