Dalam penampilan menyerang yang menakjubkan, Newcastle United praktis mengamankan tempat mereka di babak grup Liga Champions dengan kemenangan telak 6-1 atas tim Azerbaijan, Qarabag, di leg pertama babak play-off.
Bintang pertandingan adalah penyerang Inggris Anthony Gordon, yang mencetak empat gol luar biasa, semuanya di babak pertama, untuk menghancurkan tim tuan rumah dan menempatkan The Magpies dalam posisi yang menguntungkan menjelang leg kedua.
Pertandingan langsung memanas sejak kick-off di Baku. Newcastle memecah kebuntuan hanya dalam waktu 122 detik, mencetak gol tercepat mereka dalam kompetisi Eropa.
Gordon dengan tenang menceploskan bola ke gawang dari jarak dekat setelah menerima umpan akurat dari bek Dan Burn, yang menjadi awal dari pertandingan yang akhirnya berlangsung satu sisi.
Tim tamu menggandakan keunggulan mereka pada menit kesembilan ketika bek tengah asal Jerman, Malick Thiaw, melompat paling tinggi untuk menyundul umpan silang jauh dari bek kanan Kieran Trippier, yang mengungkap kelemahan pertahanan Qarabag sejak awal.
Kehebatan Gordon terus bersinar seiring berjalannya babak pertama. Tak lama setelah menit ke-30, ia berhasil mengeksekusi tendangan penalti yang diberikan karena pelanggaran handball oleh Matheus Silva dari Qarabag, dengan percaya diri mengecoh kiper.
Beberapa saat kemudian, menunjukkan insting predatornya, Gordon mencegat umpan balik yang buruk dari Kevin Medina saat Qarabag memulai kembali permainan, melewati kiper Mateusz Kochalski yang tak berdaya, dan menceploskan bola ke gawang kosong untuk menyelesaikan hat-trick cepat yang membuat penonton tuan rumah tercengang.
Drama belum berakhir di situ. Di detik-detik terakhir babak pertama, Gordon dilanggar oleh Kochalski di dalam kotak penalti, dan mendapatkan penalti lagi.
Meskipun kapten Trippier meminta untuk mengambil tendangan penalti, mungkin untuk meningkatkan kepercayaan dirinya sendiri, Gordon maju dan mengeksekusinya dengan percaya diri, membuat skor menjadi 5-0 saat jeda.
Empat gol yang dicetaknya tidak hanya menyoroti penyelesaian akhir yang klinis tetapi juga menggarisbawahi dominasi Newcastle dalam penguasaan bola dan tekanan.
Qarabag berhasil mencetak gol hiburan di awal babak kedua melalui Elvin Cafarquliyev, yang awalnya dianulir karena offside tetapi kemudian disahkan setelah ditinjau ulang, memberikan momen singkat kegembiraan bagi para pendukung tuan rumah yang penuh semangat.
Namun, Newcastle mengembalikan keunggulan lima gol mereka di akhir pertandingan ketika pemain pengganti Jacob Murphy melepaskan tembakan jarak jauh yang membentur pemain lawan sebelum bersarang di gawang melewati Kochalski yang tak berdaya.
Kemenangan telak ini menempatkan Newcastle asuhan Eddie Howe di ambang kembalinya ke kompetisi klub elit Eropa, di mana mereka terakhir kali tampil menonjol pada musim 2023-24.
Penampilan Gordon, khususnya, akan meningkatkan kredibilitasnya untuk tim nasional Inggris menjelang pertandingan internasional mendatang.
Dengan leg kedua di St. James’ Park yang semakin dekat, Qarabag menghadapi tugas yang hampir mustahil untuk membalikkan defisit.
Perpaduan kecepatan, ketepatan, dan ketegasan Newcastle telah mengirimkan pesan kuat kepada calon rival di babak penyisihan grup, menegaskan ambisi mereka di panggung kontinental.












