Bola

Manajer Real Madrid mengklaim Liga Champions lebih mudah daripada La Liga

Álvaro Arbeloa kembali memicu kontroversi di sepak bola Spanyol setelah mengklaim bahwa lebih “mudah” bagi Real Madrid untuk memenangkan Liga Champions UEFA daripada La Liga.

Pelatih Real Madrid itu menunjuk pada apa yang menurutnya merupakan masalah wasit yang berulang dalam kompetisi domestik, dan menyatakan bahwa hal itu telah menghambat ambisi klub untuk meraih gelar juara musim ini.

Komentar Arbeloa muncul di tengah meningkatnya frustrasi di dalam klub menyusul serangkaian keputusan wasit yang kontroversial.

Salah satu momen penting adalah hasil imbang 1-1 baru-baru ini melawan Girona FC, di mana Kylian Mbappé tidak diberikan penalti yang menurut Madrid seharusnya menjadi haknya.

Hasil tersebut membuat Los Blancos semakin terpuruk dalam persaingan perebutan gelar, tertinggal sembilan poin dari rival mereka, FC Barcelona.

Pelatih tersebut juga menyinggung kekhawatiran yang lebih luas tentang kinerja wasit di Spanyol, menghubungkan pernyataannya dengan investigasi Negreira yang sedang berlangsung, yang telah membayangi tata kelola sepak bola Spanyol.

Arbeloa menggambarkan situasi tersebut sebagai sangat mengkhawatirkan dan menyiratkan bahwa kontroversi semacam itu berkontribusi pada inkonsistensi hasil domestik dibandingkan dengan persaingan di Eropa.

Terlepas dari kesulitan mereka di La Liga, rekor Real Madrid di Eropa tetap mengesankan.

Klub ini telah memenangkan beberapa gelar Liga Champions selama dua dekade terakhir, sebuah kontras yang disoroti Arbeloa ketika membandingkan kesuksesan relatif mereka di kompetisi kontinental dan domestik.

Dia berpendapat bahwa Madrid sering kali tampil lebih baik dalam pertandingan-pertandingan penting dibandingkan pertandingan melawan lawan-lawan liga yang berperingkat lebih rendah.

Namun, performa tim saat ini mengecewakan jika dibandingkan dengan standar tinggi yang dimiliki klub.

Real Madrid baru-baru ini tersingkir dari Liga Champions oleh Bayern Munich, yang membuat mereka berisiko menyelesaikan musim kedua berturut-turut tanpa meraih trofi besar.

Arbeloa mengakui tekanan tersebut, dan mencatat bahwa kekeringan gol seperti itu sangat tidak biasa bagi klub sebesar Madrid.

Ke depannya, Arbeloa tetap fokus untuk menyelamatkan sisa musim ini daripada berspekulasi tentang masa depannya.

Dengan tujuh pertandingan liga tersisa, dimulai dengan laga melawan Deportivo Alavés, ia menekankan perlunya performa yang kuat di akhir musim.

Meskipun posisinya masih diselimuti ketidakpastian, sang pelatih menegaskan bahwa prioritasnya adalah memastikan tim kembali mendapatkan momentum dan mempertahankan mentalitas kemenangan klub.

Related Post
Bagikan
Diterbitkan oleh
Id._.DaFaNeWs

Tulisan Terbaru

Cvancara menghadapi persaingan ketat untuk posisi penyerang Celtic

Striker Celtic, Tomas Cvancara, telah diberitahu bahwa ia akan menghadapi persaingan ketat untuk posisi striker… Baca Selengkapnya

April 21, 2026

PSG menderita pukulan cedera Vitinha

Paris Saint-Germain akan kehilangan playmaker mereka, Vitinha, setidaknya selama seminggu. Hal ini menyusul pembaruan yang… Baca Selengkapnya

April 21, 2026

Arsenal semakin tertinggal dalam perebutan gelar Liga Premier

Manchester City kembali menghidupkan persaingan perebutan gelar Liga Premier dengan kemenangan penting 2-1 atas Arsenal… Baca Selengkapnya

April 20, 2026

Vinicius Jr. diberi pelajaran berharga, Barcelona diminta mencari pengganti Rashford

Vinícius Júnior menerima penilaian blak-blakan mengenai posisinya di antara para pemain elite sepak bola, dengan… Baca Selengkapnya

April 20, 2026

Kemenangan di Verona membawa Milan ke posisi kedua

AC Milan kembali menduduki posisi kedua di klasemen Serie A Italia setelah meraih kemenangan dengan… Baca Selengkapnya

April 20, 2026

Mikel Arteta yakin Arsenal akan mengakhiri musim dengan baik

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyerukan kepada para pemainnya untuk menunjukkan "tanpa rasa takut, semangat murni"… Baca Selengkapnya

April 15, 2026