Bola

Para remaja Chelsea bersinar saat The Blues hancurkan Ajax 5-1 di Liga Champions

Chelsea menampilkan permainan sepak bola menyerang yang memukau di Stamford Bridge, mempermalukan Ajax yang beranggotakan 10 orang dengan skor 5–1 untuk mencatat kemenangan kedua berturut-turut mereka di Liga Champions UEFA.

Pertandingan itu mencatat sejarah karena The Blues menjadi tim pertama dalam kompetisi yang memiliki tiga pencetak gol remaja, Marc Guiu, Estêvão Willian, dan Tyrique George, yang semuanya mencetak gol dalam penampilan dominan yang membuat Ajax berantakan.

Malam itu diawali dengan bencana bagi Ajax ketika kapten Kenneth Taylor diusir keluar lapangan pada menit ke-17 karena tekel sembrono.

Chelsea langsung memanfaatkan peluang, melalui Marc Guiu, 19 tahun, yang mencetak gol semenit kemudian untuk membuka keunggulan dan sempat menjadi pencetak gol termuda klub di Liga Champions.

Moises Caicedo kemudian menggandakan keunggulan dengan tendangan jarak jauh yang luar biasa sebelum Enzo Fernandez mengonversinya dari titik penalti setelah dilanggar oleh Wout Weghorst, yang sebelumnya memperkecil ketertinggalan dengan penaltinya sendiri.

Dominasi Chelsea berlanjut di babak pertama yang kacau dan diwarnai tiga penalti. Tepat sebelum turun minum, Youri Baas dari Ajax melanggar Estêvão Willian, yang mengakibatkan penalti lainnya.

Pemain Brasil berusia 18 tahun itu dengan tenang mengonversinya menjadi gol sehingga skor menjadi 4-1 dan, dengan demikian, memecahkan rekor Guiu yang tidak bertahan lama untuk menjadi pencetak gol termuda klub di Liga Champions.

Setelah jeda, manajer Enzo Maresca memasukkan pemain baru, termasuk penyerang remaja Tyrique George, yang langsung memberi dampak.

Tiga menit setelah masuk, pemain berusia 18 tahun itu mencetak gol kelima Chelsea dari tepi kotak penalti, yang memastikan malam bersejarah bagi kontingen muda The Blues.

Kemudian dalam pertandingan tersebut, Reggie Walsh, 17 tahun, masuk menjadi pemain termuda yang pernah tampil untuk Chelsea di Liga Champions dan orang Inggris termuda kedua dalam sejarah kompetisi setelah Jack Wilshere.

Ajax, juara Eropa empat kali, kesulitan memulihkan diri dari kartu merah Taylor dan tampaknya tak pernah mampu bangkit. Tim asal Belanda itu kini telah kalah dalam tiga pertandingan Liga Champions mereka musim ini dan berada di dasar klasemen liga yang beranggotakan 36 tim.

The Blues sekarang mengalihkan perhatian mereka ke pertandingan Liga Champions berikutnya, perjalanan tandang ke Azerbaijan untuk menghadapi Qarabag, di mana mereka berharap untuk mempertahankan momentum mereka di kompetisi Babak Grup.

Related Post
Bagikan
Diterbitkan oleh
Id._.DaFaNeWs

Tulisan Terbaru

Undian Liga Champions: Raksasa Liga Premier Mendapatkan Jadwal Pertandingan Fase Liga yang Sulit

Undian fase liga Liga Champions telah memberikan Arsenal dan Manchester City beberapa tugas terberat, dengan… Baca Selengkapnya

August 28, 2026

Real Madrid menjamu Málaga saat tim asuhan Mourinho berupaya mempertahankan awal musim yang sempurna

Real Madrid akan menjamu tim promosi Málaga di Santiago Bernabéu pada hari Minggu, 30 Agustus,… Baca Selengkapnya

August 28, 2026

Amorim menjelaskan mengapa Leão tidak akan menjadi bagian dari skuad Milan

Ruben Amorim menjelaskan mengapa Rafael Leao, Youssouf Fofana, Santiago Gimenez, dan Fikayo Tomori tidak masuk… Baca Selengkapnya

August 28, 2026

Atubolu memperpanjang kontrak Freiburg di tengah minat Frankfurt

Noah Atubolu telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Freiburg, menurut laporan yang beredar di media Jerman.… Baca Selengkapnya

August 27, 2026

Sunderland melakukan langkah mengejutkan untuk merekrut bintang Manchester City

Sunderland secara mengejutkan merekrut pemain sayap Manchester City, Jack Grealish, dengan mengajukan proposal peminjaman untuk… Baca Selengkapnya

August 27, 2026

UEFA siap membatalkan ancaman boikot kompetisi FIFA

UEFA akan mencabut ancamannya untuk memboikot kompetisi FIFA setelah menerima jaminan bahwa rencana untuk mengizinkan… Baca Selengkapnya

August 27, 2026