Pada musim pertama Vincent Kompany sebagai manajer Bayern Munich, DFB-Pokal dimulai dengan kuat dengan dua kemenangan 4-0.
Namun, pertandingan-pertandingan terakhir telah menguji ketahanan tim. Kekalahan di babak ketiga musim lalu melawan Bayer Leverkusen, yang ditandai dengan kartu merah pertama Manuel Neuer dalam kekalahan 1-0, masih membekas.
Putaran pertama tahun ini menyaksikan Bayern nyaris goyah, menyia-nyiakan keunggulan 2-0 melawan klub divisi tiga SV Wehen Wiesbaden sebelum gol Harry Kane di masa tambahan waktu memastikan kemenangan 3-2.
Salah satu momen penting adalah penampilan perdana Lennart Karl di level profesional saat berusia 17 tahun. Bermain selama 67 menit sebelum digantikan oleh Serge Gnabry, Karl menunjukkan potensinya meskipun hasil yang beragam.
Dengan 61 sentuhan, ia kehilangan bola 13 kali, tetapi unggul dalam hal fisik, memenangkan lima dari sembilan duel darat dan menyelesaikan keempat umpan panjang. Meskipun tidak sempurna, penampilan Karl merupakan langkah menuju masa depan yang menjanjikan.
Berbicara dalam sebuah wawancara, manajer Vincent Kompany tidak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap Karl muda, karena ia mengakui bahwa Karl akan menjadi lebih baik di setiap pertandingan, karena ia tidak merasakan tekanan atau ekspektasi apa pun.
Di babak kedua, Bayern kembali menghadapi SV Wehen Wiesbaden, kali ini di Frankfurt. Meskipun Bayern unggul dalam kedalaman, kecepatan, dan keterampilan, tim 3. Liga ini terbukti tangguh, membuat pertandingan berlangsung sengit. Bayern akhirnya menang 3-2, menunjukkan kemampuan mereka untuk meraih hasil positif melawan tim-tim underdog yang gigih.
Bayern Munich mengalihkan fokus ke Bundesliga, mereka bersiap untuk pertandingan pekan kedua melawan Augsburg. Skuad Kompany, yang diperkuat oleh talenta muda seperti Karl dan bintang berpengalaman seperti Kane, bertujuan untuk mempertahankan momentum di berbagai kompetisi.
Tantangan awal DFB-Pokal menyoroti perlunya konsistensi saat Bayern mengarungi musim yang penuh tuntutan.