Real Madrid secara mengejutkan tersingkir dari Copa del Rey setelah dikalahkan 3-2 oleh tim Segunda División, Albacete, di Estadio Carlos Belmonte pada Rabu malam.
Kekalahan itu terjadi di babak 16 besar kompetisi dan menandai sebuah kejutan dramatis melawan juara Liga Champions 15 kali.
Pertandingan ini juga penting karena merupakan pertandingan pertama bagi manajer interim Real Madrid yang baru, Álvaro Arbeloa, yang ditunjuk awal pekan ini setelah kepergian Xabi Alonso.
Namun, debut Arbeloa berakhir dengan kekecewaan karena timnya gagal mengatasi serangan balik Albacete di menit-menit akhir.
Albacete unggul di menit ke-42 ketika bek Javi Villar melompat paling tinggi untuk menyundul bola hasil sepak pojok José Carlos Lazo, membuat para pendukung tuan rumah bersorak gembira.
Madrid merespons dengan cepat, menyamakan kedudukan di waktu tambahan babak pertama melalui Franco Mastantuono sehingga skor menjadi 1-1 saat jeda.
Babak kedua tampaknya akan berlanjut ke babak tambahan hingga pemain pengganti Jefte Betancor mengubah jalannya pertandingan.
Ia mengembalikan keunggulan Albacete pada menit ke-82 dengan penyelesaian yang tenang, membawa tim yang tidak diunggulkan itu ke ambang kemenangan yang gemilang.
Real Madrid sempat membangkitkan harapan ketika Gonzalo García mencetak gol pada menit ke-90, dengan Arda Güler memberikan assist.
Namun momentum itu hanya berlangsung singkat, karena Betancor kembali mencetak gol pada menit keempat waktu tambahan untuk memastikan kemenangan dan melengkapi dua golnya di akhir pertandingan.
Hasil ini merupakan kemenangan pertama Albacete atas Real Madrid dan mengantarkan mereka ke perempat final Copa del Rey.
Disaksikan oleh 16.800 penonton, kekalahan mengejutkan ini akan tercatat sebagai salah satu malam paling berkesan dalam sejarah klub, sementara Madrid harus merenungkan awal yang memalukan di era manajerial baru mereka.
Real Madrid akan menghadapi Levante di La Liga sebelum menjamu Monaco di Liga Champions UEFA pekan depan.

















