Bola

Tanjung Verde catat sejarah sebagai negara terkecil kedua yang lolos ke Piala Dunia

Tanjung Verde telah menulis babak baru dalam sejarah sepak bola Afrika dengan menjadi negara terkecil kedua yang pernah lolos ke Piala Dunia FIFA.

Negara kepulauan itu memastikan tempat mereka di putaran final 2026 dengan kemenangan 3-0 atas Eswatini di Praia, finis di puncak Grup D, di depan juara Afrika lima kali Kamerun.

Gol dari Dailon Livramento, Willy Semedo, dan bek veteran Stopira memastikan lolosnya Blue Sharks ke panggung global untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Hasil tersebut memicu perayaan penuh euforia di Estádio Nacional de Cabo Verde, tempat para penggemar, pemain, dan bahkan Presiden José Maria Neves merayakan pencapaian sepak bola paling signifikan di negara tersebut hingga saat ini.

Dengan jumlah penduduk lebih dari setengah juta jiwa, Tanjung Verde kini bergabung dengan Islandia sebagai salah satu negara terkecil yang pernah mencapai Piala Dunia.

Tim Blue Sharks terus bangkit dalam sepak bola internasional, melakoni debut Piala Afrika pada tahun 2013 dan mencapai perempat final lagi pada tahun 2023.

Negara ini saat ini berada di peringkat ke-70 dalam Peringkat Dunia FIFA, sebuah bukti konsistensi dan kemajuan tim di bawah pelatih Bubista, yang telah memimpin tim nasional sejak 2020.

Sebagian besar kesuksesan sepak bola Tanjung Verde dibangun di atas diaspora globalnya. Banyak pemain kunci, termasuk bek Roberto “Pico” Lopes dan penyerang Bebe, lahir atau besar di luar negeri, tetapi akar mereka berasal dari kepulauan tersebut.

Format Piala Dunia 48 tim yang diperluas, yang kini memberi Afrika sembilan tempat kualifikasi langsung, juga memainkan peran krusial dalam terobosan Tanjung Verde. Bek tengah Lopes mencatat bahwa sistem baru ini “memberi negara-negara kecil peluang nyata untuk bermimpi,” karena memuncaki grup kini menjamin satu tempat di putaran final.

Sementara itu, Kamerun harus menyesali hilangnya peluang setelah penampilan mengecewakan, termasuk hasil imbang melawan Libya, Angola, dan Eswatini. Singa yang gigih kini harus melewati babak play-off untuk kemungkinan tampil di Piala Dunia kesembilan.

Bagi Tanjung Verde, fokus kini tertuju pada pengundian Piala Dunia di Washington, DC, pada 4 Desember. Blue Sharks bergabung dengan Maroko, Tunisia, Mesir, Aljazair, dan Ghana sebagai perwakilan Afrika yang telah terkonfirmasi, dengan tiga tim lainnya belum lolos.

Related Post
Bagikan
Diterbitkan oleh
Id._.DaFaNeWs

Tulisan Terbaru

Maresca tidak senang dengan kontroversi gol Haaland yang membayangi kemenangan derby Man City

Manajer Manchester City, Enzo Maresca, mengkritik perhatian yang mengelilingi gol kontroversial Erling Haaland dalam kemenangan… Baca Selengkapnya

September 17, 2026

Ansu Fati diragukan tampil dalam laga melawan Lens, sementara Balogun bersiap kembali

Laporan dari Prancis menyebutkan bahwa Ansu Fati masih belum fit untuk kembali ke lapangan menjelang… Baca Selengkapnya

September 17, 2026

Leverkusen siap memperpanjang kontrak Maza menyusul penampilan impresifnya

Bayer Leverkusen bersiap untuk memberi penghargaan kepada bintang muda Ibrahim Maza dengan kontrak yang lebih… Baca Selengkapnya

September 17, 2026

Gabriel Jesus berjanji akan berjuang untuk mendapatkan lebih banyak waktu bermain di Barcelona

Gabriel Jesus mengakui bahwa ia menghadapi persaingan ketat untuk mendapatkan waktu bermain reguler di Barcelona,… Baca Selengkapnya

September 15, 2026

Arsenal akan meminta penjelasan terkait penalti kontroversial melawan Sunderland

Arsenal berencana menghubungi badan wasit Pro Ref untuk meminta penjelasan terkait penalti kontroversial yang diberikan… Baca Selengkapnya

September 15, 2026

Celtic mengidentifikasi potensi peningkatan lini tengah pada Januari seiring dimulainya rencana transfer musim dingin

Celtic sudah memajukan rencana untuk memperkuat lini tengah mereka selama jendela transfer Januari, dengan gelandang… Baca Selengkapnya

September 15, 2026