Olahraga Lainnya

Lewis Hamilton berharap untuk melampaui Michael Schumacher

Pemenang grand F1 tujuh kali, Lewis Hamilton mengatakan dia tidak pernah menyukai balap mobil karena dia disuruh berada di sana.

Orang Inggris dikenal karena keberaniannya setiap kali dia mengekspresikan dirinya. Ketika ada protes Black Matters, dia menyatakan pendapatnya dan mendukungnya. Demikian pula halnya dengan ketidakadilan sosial yang dialami di tangan Polisi Nigeria, yang menyebabkan protes nasional dengan tagar #EndSARS.
Dia telah menyatakan dukungannya untuk alasan memakai pakaian dalam mobilnya untuk menunjukkan bahwa dia bukan tipe orang yang akan melakukan sesuatu demi hal seperti itu.

Berbicara dengan Ziggosport sebelum Grand Prix Emilia Romagna, Hamilton mengatakan dia tidak merasa perlu melakukan apa pun selain melakukannya karena dia ingin melakukannya.

Karena alasan apapun yang dia dukung tidak mempengaruhi balapannya, dan itu bukan masalah politik, tidak ada yang mengganggunya.

Hamilton, yang mendekati gelar dunia ketujuh, telah membuktikan bahwa dia bisa keluar dari permainan, tetapi dia tidak melakukannya. Ini menunjukkan bahwa kecintaannya pada olahraga itulah yang membuatnya terus maju.

Begitulah masalah dengan Michael Schumacher yang legendaris. Setelah memenangi tujuh gelar F1, ia memutuskan untuk hengkang pada 2006. Namun, ia tidak melakukannya secara alami karena iming-iming balapan terlalu kuat untuk dilawan. Itu menunjukkan bahwa F1 sedang memompa di pembuluh darahnya.

Sekarang dia telah kembali untuk tugas berikutnya, akan menarik untuk melihatnya bersaing dengan Hamilton. Ini adalah jenis mentalitas yang terlihat pada pengemudi super sukses ini.
Hamilton telah menunjukkan mentalitas juara sepanjang balapan meski mendapat tekanan besar dari rekan setimnya Valtteri Bottas di kualifikasi.

Meskipun Bottas berada di pole hanya empat kali dalam 13 balapan, dia selalu membuat Hamilton kehilangan uangnya setiap kali mereka berada di trek balap, tetapi statistik menunjukkan sebaliknya.

Pembalap Inggris itu mengalahkan rekan setimnya dengan margin yang paling tipis. Tidak puas dengan kesuksesannya melawan rekan setimnya, Hamilton yang selalu menuntut mengatakan balapannya tidak cukup baik karena Botts hampir membuatnya tersingkir.

Dengan keyakinan bahwa ia memiliki sejumlah waktu tambahan dalam dirinya, Hamilton belum menyerah.

Ditulis oleh Oladipupo Mojeed

Related Post
Bagikan
Diterbitkan oleh
Id._.DaFaNeWs

Tulisan Terbaru

Dua gol O’Reilly membantu Manchester City memenangkan Piala Carabao melawan Arsenal

Manchester City mengalahkan Arsenal 2-0 di Stadion Wembley untuk memenangkan Piala EFL 2026, dengan dua… Baca Selengkapnya

March 23, 2026

Gol pertama Vaz kembali membangkitkan peluang Roma untuk lolos ke kompetisi Eropa

Ambisi Roma di kompetisi Eropa musim depan mendapat dorongan setelah Robinio Vaz mencetak gol pertamanya… Baca Selengkapnya

March 23, 2026

Bayern mengejar rekor gol bersejarah dengan gelar Bundesliga di depan mata

Bayern Munich berada di ambang penulisan ulang sejarah Bundesliga menjelang jeda internasional. Pemimpin klasemen liga… Baca Selengkapnya

March 23, 2026

Real Madrid khawatir kiper mereka mengalami cedera serius

Kekhawatiran meningkat di Real Madrid menyusul insiden cedera yang menimpa kiper bintang mereka, Thibaut Courtois,… Baca Selengkapnya

March 19, 2026

Pemain muda sensasional Bayern Munich mendapatkan panggilan pertamanya ke timnas Jerman, sementara Musiala absen

Pemain muda sensasional Bayern Munich, Lennart Karl, siap menerima panggilan pertamanya ke tim nasional Jerman,… Baca Selengkapnya

March 19, 2026

Liga Champions: Barcelona menghancurkan Newcastle untuk melaju

Newcastle menampilkan performa yang kontras di babak pertama di Camp Nou saat mereka dihancurkan 7-2… Baca Selengkapnya

March 19, 2026