Manajer Paris FC, Liam Rosenior, menggambarkan kemenangan di Velodrome sebagai kemenangan yang sempurna bagi Lassine Sinayoko, yang mencetak hat-trick dalam pertandingan Ligue 1 tersebut.
Rosenior tampil gemilang saat timnya menang 3-2 di Marseille pada Minggu malam, dengan ketiga gol dicetak oleh Sinayoko.
Dia akan selalu mengingat pertandingan sempurna di stadion yang dicintainya, tempat dia juga mencetak gol selama masa baktinya di Auxerre.
“Dia memberikan kontribusi yang sangat besar melalui tekanan dan usahanya yang tanpa henti. Ketika Anda mengerahkan usaha seperti itu, Anda akan mendapatkan imbalannya,” tambah mantan manajer Chelsea itu.
Rosenior, yang menyebut kemenangan di Vélodrome sebagai tonggak penting, kini fokus sepenuhnya pada pertandingan berikutnya dalam masa kepelatihannya di klub tersebut.
Dia menambahkan bahwa dia dan stafnya datang ke klub untuk membangun sesuatu dan dia tidak berpikir lebih jauh dari akhir pekan depan.
Sang pelatih, yang jelas sangat senang bekerja sama dengan mereka, mengatakan bahwa tim adalah yang utama dan ada banyak potensi di sini.
“Yang sangat saya kagumi adalah kerendahan hati mereka dan kerja keras mereka untuk tim,” tambahnya.
Sinayoko adalah pemain pertama dalam empat belas tahun yang mencetak hat-trick melawan Marseille di Vélodrome.
Pemain internasional Mali ini terbukti menjadi langkah cerdas bagi Paris, yang merekrutnya dari AJ Auxerre dengan harga kurang dari €10 juta. Ia telah mencetak empat gol hanya dalam tiga pertandingan Ligue 1.
Kemenangan ini membawa Paris ke posisi kedua di Ligue 1, di belakang AS Monaco, yang mengalahkan juara bertahan Paris Saint-Germain.
Kekalahan tersebut membuat Marseille turun ke peringkat 10 di klasemen.
Ini juga merupakan awal yang solid bagi Rosenior, yang masa baktinya di Chelsea secara tak terduga berakhir lebih cepat setelah gagal memberikan hasil yang diharapkan.
Keberhasilannya di Strasbourg memberi klub harapan baru musim ini, untuk bertahan di liga atau bahkan meraih tempat di kompetisi Eropa.
