Dalam salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2026 sejauh ini, tim underdog Tanjung Verde meraih satu poin heroik melawan juara Eropa Spanyol, menahan tim favorit turnamen tersebut dengan hasil imbang 0-0 di laga pembuka Grup H mereka.
Meskipun berada 65 peringkat di bawah Spanyol dalam peringkat dunia, tim debutan ini menampilkan permainan bertahan yang luar biasa yang membuat La Roja frustrasi sepanjang pertandingan.
Pahlawan malam itu adalah kiper berusia 40 tahun, Vozinha, yang memberikan penampilan gemilang dengan tujuh penyelamatan penting untuk menjaga skor tetap imbang.
Spanyol mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, terutama menjelang akhir babak pertama. Pedri menguji Vozinha di awal babak pertama dengan tembakan lemah, tetapi kiper Tanjung Verde itu segera dipanggil untuk melakukan penyelamatan berulang kali.
Ia melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang Mikel Oyarzabal setelah Ferran Torres sebelumnya membentur mistar gawang dari jarak dekat.
Beberapa saat kemudian, Vozinha melompat rendah ke kiri untuk menggagalkan upaya Torres lagi, sebelum melakukan penyelamatan gemilang lainnya untuk menahan sundulan Aymeric Laporte.
Bahkan setelah pelatih Luis de la Fuente memasukkan pemain muda berbakat Lamine Yamal dan Mikel Merino dari bangku cadangan pada menit ke-71, Spanyol kesulitan menembus pertahanan disiplin Cape Verde.
Masuknya Merino langsung memaksa kiper veteran itu melakukan penyelamatan lagi.
Cape Verde hampir mencuri tiga poin penuh di akhir pertandingan ketika Diney Borges melompat untuk menyambut umpan silang, tetapi sundulannya berhasil diselamatkan dengan baik oleh Unai Simón.
Blok heroik dari Pico Lopes pada upaya Oyarzabal semakin mengamankan hasil bersejarah tersebut.
Hasil imbang ini menandai momen bersejarah bagi sepak bola Afrika dan Tanjung Verde, membuktikan bahwa dalam debut Piala Dunia mereka, mereka mampu bersaing dengan yang terbaik.
Bagi Spanyol, ini menjadi peringatan dini menjelang tantangan yang lebih berat di babak penyisihan grup.
