UEFA akan mencabut ancamannya untuk memboikot kompetisi FIFA setelah menerima jaminan bahwa rencana untuk mengizinkan investor swasta mengakuisisi saham di turnamen FIFA tidak akan dihidupkan kembali.
Masalah ini diperkirakan akan dibahas dalam pertemuan komite eksekutif UEFA di Monaco pada hari Kamis, dan keputusan tersebut berpotensi membuka jalan bagi kompetisi mendatang yang melibatkan tim-tim Eropa.
Perselisihan bermula setelah presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan pembentukan anak perusahaan komersial, FIFA Forward Enterprises, yang akan memungkinkan investor luar untuk membeli saham minoritas dalam kompetisi-kompetisi besar FIFA.
Rencana tersebut menghadapi penentangan keras, terutama dari UEFA, sebelum Infantino akhirnya menarik proposal tersebut dan meminta maaf atas apa yang ia sebut sebagai kesalahan.
Awal bulan ini, UEFA menegaskan bahwa syarat untuk menghindari boikot belum terpenuhi, dan bersikeras bahwa jaminan yang tegas diperlukan untuk memastikan rencana serupa tidak akan pernah diajukan lagi.
Namun, sumber yang dekat dengan diskusi tersebut mengatakan bahwa UEFA kini telah menerima jaminan yang dianggap cukup untuk menghilangkan ancaman boikot.
Keputusan tersebut akan sangat penting khususnya untuk Piala Dunia Wanita U-20 yang dijadwalkan bulan depan di Polandia.
Enam negara Eropa, Inggris, Prancis, Italia, Portugal, Spanyol, dan tuan rumah Polandia, dijadwalkan untuk berkompetisi, dan keputusan UEFA akan memungkinkan turnamen tersebut berjalan sesuai rencana.
Meskipun ancaman boikot diperkirakan akan dicabut, UEFA tidak akan meninggalkan penentangannya yang lebih luas terhadap kepemimpinan Infantino.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengindikasikan bahwa ia mengharapkan Infantino untuk mengundurkan diri atau menghadapi penantang dalam pemilihan presiden FIFA tahun depan.
Salah satu sumber yang dekat dengan posisi UEFA mengatakan bahwa keputusan tersebut tidak boleh dianggap sebagai sebuah kemunduran, dan menekankan bahwa para penentang Infantino akan terus mendorong perubahan besar di dalam FIFA.
Perselisihan ini juga memecah belah mantan bintang sepak bola, dengan sebagian secara terbuka menyerukan perubahan di FIFA sementara yang lain mendukung Infantino.
Mantan bek Manchester United, Mikael Silvestre, termasuk di antara mereka yang menyerukan perubahan, sementara Legenda FIFA termasuk Cafu, Christian Vieri, Pepe, dan Esteban Cambiasso menyatakan dukungan untuk Infantino.
Oleh karena itu, meredanya ancaman boikot mungkin memberikan kelegaan jangka pendek bagi para pemain dan kompetisi, tetapi pertempuran yang lebih luas antara UEFA dan FIFA mengenai kepemimpinan dan tata kelola tampaknya masih jauh dari selesai.
